Saturday, 13 April 2013

potret anak-anak Gaza

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh

Mereka sebenarnya hanya anak-anak, remaja, warga yang sama seperti kita. Hanya saja mereka hidup di sebuah bumi yang menyesakkan dada.


Mereka sebenarnya hanya anak-anak yang bermain, belajar, tertawa, dan berlarian kesana kemari. namun dengan wajah polos  ,mereka memeluk adik-adik mereka, menjerit kesakitan, meronta, ketakutan, merintih merindukan orang tua dan orang-orang tercinta mereka, berlari dengan batu di saku mereka, tak gentar menghadapi hujan peluru yang membidik mereka , berteriak dengan penuh semangat jihad, keimanan atas takdir Allah, kemudian berseru "ALLAHUAKBAR!"

Mereka seakan tak peduli dengan teknologi yang semakin maju
Tak peduli dengan anak-anak sebaya mereka di belahan bumi yang lain, yang merengek meminta Hp canggih, menghambur-hamburkan uang,  membuang-buang waktu, mengeluh karena gadget mereka tidak sebagus milik teman-teman dan seterusnya, dan seterusnya........
Yang mereka inginkan hanya bermain dengan bebas, 
bersekolah dengan aman
beribadah dengan khusyuk 
berkumpul bersama orang-orang tercinta.


Mereka ingin hidup
tanpa ada kehawatiran serangan rudal yang akan menghantam
tanpa ada ketakutan, satu persatu anggota keluarga, teman-teman mereka pergi menghadapNya.

Mereka tidak takut darah, mereka tidak takut......

dengan berlafadzkan nama ALLAH mereka berjihad

mereka ingin tertawa lepas

mereka ingin merasakan apa yang kita rasakan 
yaitu kemerdekaan


bersyukurlah kita. 
masih diberikan ni'mat yang luar biasa oleh Allah SWT
masih diberikan kedamaian, kemerdekaan untuk beraktifitas.

tidak malukah kita dengan mereka?, 
kita selalu menuntut orang tua untuk membeli ini, membeli itu :(
sementara mereka berusaha melindungi orang tua dan seluruh bangsa mereka.

Tidak malukah kita?
Yang selalu mengeluh, menganggap Allah tidak adil (Na'udzubillahimindzalik)
sementara mereka tak gentar menenteng sejata dan berseru "ALLAHUAKBAR!"


Ya Allah.. Lindungi mereka, lindungi calon penghuni surgaMu...



Lapangkanlah dada  untuk sedikit melihat perjuangan saudara-saudara kita di Gaza,supaya kamu bersyukur atas nikmat Allah .



Ya Allah lindungi kami dari kekufuran, kefakiran, dan azab kubur (do'a nabi Muhammad SAW)


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

by: dienafitria

Sunday, 27 January 2013

10 Cara Menghapus Dosa menurut nash nash Alqur'an dan As-sunah

Bismillah...
Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarakatuh..... ya akhi ya ukhti .. 
Kaifa haal?^^ 
Hari ini saya akan berbagi tentang beberapa cara Menghapus Dosa menurut nash nash Alqur'an dan As-sunah

Berikut:


 
1. Taubat Nasuha. 

Yaitu taubat yang sebenar-benarnya taubat, maka ia (taubat nasuha) dapat meleburkan dosa sebelumnya. Dan Allah Subhanahu Wata'ala Maha menerima taubat hamba-hambaNya yang mau bertaubat kepadaNya. 

Dan orang yang bertaubat dari segala dosa bagaikan orang yang tidak memiliki dosa. AllahSubhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. asy-Syura: 25). 

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu, sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-A’raf: 153).

2. Beristighfar. 

Yaitu memohon ampunan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Sesungguhnya Allah akan mengampuni hamba-hambaNya yang meminta ampunan (beristighfar) kepadaNya. AllahSubhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. an-Nisa`: 110). 

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman, artinya, “Dan Tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. al-Anfal: 33). 

Begitu juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya, artinya, “Wahai anak cucu Adam (manusia) seandainya dosa-dosamu setinggi awan di langit, lalu kamu meminta ampun kepadaKu, niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosamu.” (HR. at-Tirmidzi, dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.” 

Allah Subhanahu Wata'ala juga berfirman dalam hadits qudsi, artinya, “Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian melakukan kesalahan (dosa) di waktu malam dan siang hari, sedangkan Aku lah yang dapat mengampuni semua dosa, maka mohon ampunlah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengampuni dosa kalian.” (HR. Muslim). 


3. Kebaikan-kebaikan menghapuskan dosa-dosa. 

Seperti shalat, shadaqah, puasa, haji, membaca al-Qur`an, berdzikir kepada Allah, berdo’a, beristighfar, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silatur rahim, dan lain-lain. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Huud: 114). 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Shalat-shalat yang lima waktu, jum’at ke jum’at, ramadhan ke ramadhan dapat meleburkan dosa diantara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhkan.” (HR. Muslim). 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda, “Dan ikutilah perbuatan buruk/ kejahatan dengan perbuatan yang baik, niscaya dia menghapuskannya.” (HR. at-Tirmidzi dan dia menghasankannya). 

Sesungguhnya satu kebaikan dilipat gandakan balasannya sampai sepuluh kali lipat, adapun keburukan akan dibalas yang serupa dengannya. Maka celakalah bagi orang yang berguguran (kalah) satu persatu dari sepuluh sebab tersebut. 

4. Doa orang-orang yang beriman. 

Maksudnya mereka memohon ampunan (kepada Allah, pen.) untuk orang yang beriman (lainnya) baik ketika hidup maupun setelah mati dan khususnya pada saat ketidak beradaannya (tanpa sepengetahuan orang yang didoakan, pen.) dan begitu juga doanya atas saudara-saudaranya yang telah meninggal dunia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak hadir (tanpa sepengetahuannya, pen.) adalah mustajab, di samping kepalanya terdapat malaikat, setiap dia berdoa untuk saudaranya dengan kebaikan, malaikat yang diutus berkata, ‘Amin, dan bagimu sepertinya (seperti orang yang didoakan, pen.).” (HR. Muslim). 

5. Perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan/ diniatkan untuk si mayyit . 

Seperti shadaqah; puasa; haji; membebaskan budak; dan yang lainnya. Para ulama berpendapat, “Amal shalih apa pun (yang dapat mendekatkan diri kepada Allah) yang dia kerjakan dan dia peruntukkan pahalanya untuk seorang muslim baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal, maka hal itu bermanfaat baginya.” Dan yang lebih utama adalah mencukupkan dalam hal tersebut pada apa yang dijelaskan/ ditetapkan oleh nash-nash (al-Qur`an dan Sunnah). 

6. Syafa’at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan selainnya. 

Maksudnya adalah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan selain beliau akan memberikan syafa’at kepada orang-orang yang berbuat dosa pada hari Kiamat dengan izin Allah Subhanahu Wata'ala sebagaimana hal tersebut ditetapkan di dalam hadits-hadits shahih. 

7. Musibah-musibah. 

Dengannya lah Allah Subhanahu Wata'ala menghapuskan dosa-dosa atau kesalahan-kesalahan (yang dilakukan oleh hamba-hambaNya, pent.) di dunia sebagaimana yang telah dijelaskan dalam ash-Shahihain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam;bersabda,“Tidaklah orang yang beriman ditimpa penyakit yang terus menerus dan tidak pula rasa cemas, rasa sedih, rasa susah dan rasa sakit, sampai-sampai duri yang menusuk kecuali Allah menghapuskan dengannya dari dosa-dosa/ kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). 

8. Apa yang didapatkan oleh seorang hamba ketika di dalam kubur. 

Yakni berupa fitnah, himpitan liang kubur, kengerian, maka ini semua di antara yang dapat menghapuskan dosa-dosa. 

9. Rasa takut, kesusahan serta kengerian terhadap kedahsyatan hari kiamat. 

10. Rahmat Allah Subhanahu Wata'ala 

Sesungguhnya karena rahmat Allah Subhanahu Wata'ala, semua hamba mendapatkan maaf dan ampunanNya tanpa sebab, maka Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sebagaimana Dia berfirman, artinya, “Dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.” (QS. an-Nisa`: 48 dan 116). 

Dan Dia lah yang Maha Penyayang kepada hamba-hambaNya melebihi sayangnya seorang ibu kepada anak-anaknya dan sungguh rahmat Allah Subhanahu Wata'ala meliputi segala sesuatu.(Abu Nabil)

Subhanallah, Allah SWT masih memberikan kesempatan kita yang selalu berbuat dosa  untuk kembali ke jalan-Nya yang lurus. Alhamdulillah, marilah kita gunakan kesempatan itu sebelum Dia memanggil kita untuk kembali. Semoga Allah selalu bersama kita. Aamiin
Sukron.
Wassalamu'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh...
from:zhaqierezpect.blogspot.com

Wednesday, 23 January 2013

GAJE ANTARIKSA



Bismillah
Assalamu’alaikum wr wb
Saya mau cerita

Berawal dari jam ke 3-4 Mapel bahasa Indoesia hari Rabu tanggal 23 Januari 2013 @XIA2 .
Ibu guru kami, bu solekhatun , membagi kelas dalam 5 kelompok itu berarti   1 deret bangku  1 kelompok untuk membuat rancangan naskah drama . Nah, pas hari itu aku duduk di deret paling pojok dekat jendela yang menghadap ke Lapangan Barat  bersama Atok (Marhatun), Ayi (Wahyu), Mbokde (Lilis U), Lilis A, sama Eviana. Masing –masing otak kami tidak menemukan ide apapun. Bahkan, kami lebih banyak cekikikan daripada mengikuti jejak kelompok  lain yang serius merumuskan rancangan naskah.
Diena (saya)       : He, seng bener li batire wes pada gawe ke! (sadar dewek)
Translate             : Eh, yang bener dong, yang lain udah pada nemu tuh! (sadar sendiri)
Atok                   : Lah, wong kawet mau idene pada ra genah ka -____________-
Translate             : Lah, dari tadi idenya pada gag jelas ka  -_________-
Yang lain diem. Apa lagi Ayi yang lebih memilih untuk tidur daripada ikut ber-rempong ria .
Mbokde              : Ko maning malah turu!
Translate             : Kamu lagi malah tidur! (ngomong sama ayi)
Kelompok hening seketika
Atok                   :Ya wes Laila Majnun bae!
Translate             : Ya udah Lalila majnun aja
Diena                  : Eh mbokan kui seng sebangsa romeo juliet
Translae              : Itu yang sebangsa Romeo Juliet kan
Atok                   : Iya! Kuwi bae lah
Translate             : Iya! Itu aja lah
Eviana                 : Tapi dislentakna!
Translate             : Tapi dilencengkan.
Diena                  : Iya, digawe drama musical koplak bae padane mengko dong majnun ketemu laila     langsung nyanyi TERAJANAAAAAAAAAAAAAA
Translate             : Iya, dibikin dama musical aja misalnya nanti pas majnun ketemu laila langsung                                                   nyanyi TERAJANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Yang lain ngakak
Atok                    : Iza lah sekarep.
Translate             : Iya lah terserah.
Aku memulai menulis draft naskah dari mulai tema sampai adegan 1.
Diena                  : tok Laila karo majnun ketemune kepriwe?
Translate             : Tok laila sama majnun ketemunya gimna?
Atok                    : Priwe ya ? nyong kelalen!
Translate             : Gimana ya? Aku lupa!
Diena                  : #pengennimpukpakesepatu
Aku sama mbokde memutuskan pergi ke perpus untuk meminjam novel laila majnun. Tapi kerena novelnya dipinjem kami memutuskan untuk meneruskan naskah besok* saja.
Tapi atok menuliskan sesuatu di draft naskah kami. Aku membirkanya seolah tidak tahu bahwa akan ada kekoplakan yang menghadang. Kemudian naskah itu beranjak ketangan Mbokde dan jadiah naskah yang nggilani. Selesai membacanya aku memekik
Diena                    : APA MAKSUDE! (ngakak kejer)
Naskah itu bepindah ke tangan Rori yang kemudian ngakak membahana dan Titin yang membacanya pas mapel KWU di jam berikutnya sampai ngakak tertunduk*. Beberapa kali titin menghadap ke arahku dan memiringkan telunjuknya di kening.
Sebenarnya bagaimana cerita pada naskah itu? Mungkin naskah ini hanya aka di pahami oleh orang-orang sekitar Karangkobar yang tahu akan peristiwa  pembunuhan sadis di Binangun (Daerah tempat tinggal Atok) dan tentunya orang-orang yang memiliki tingkat kemiringan yang lebih dari sama dengan kami. Naskah ini hanya kekoplakan semata. Tidak ada unsur mengejek ataupun menjelek-jelekkan.

CHECK THIS OUT!

Tema                     : Pecintaan
Judul                     : Laila Majnun
Tokoh                   :Laila, Majnun, Bapak Laila, Bapak Majnun, Muhidin, Mail, dan Maling (Percayalah                                                       cerita akan melenceng jauh dari ini)
Alur                        : Maju
Setting                  : Pasar,Rumah (Ini juga akan melenceng)
Adegan I              : Laila sedang berjualan Kurma dengan Mail. Dia adalah anak saudagar kurma dari                                Timur Tengah (Arab). Majnun adala saudagar kain dari India.
Adegan II             : Suatu hari Majnun mengajak Laila ke ladang,ketika laila sdang membalikan badan,                     tiba-tiba Majnun membacokan kapaknya ke kepala laila. Llila meronta-ronta. Tapi dengan semangat maju terus pantang mundur Majnun Terus Mambacokinya seperti sedang  membacoki kayu.
Adegan III           :Tiba-tiba Lilis U datang dengan membawa arit (clurit). Lilis U terkejut dan lari pulang ke rumah.
Adegan IV           : Lilis datang lagi ke ladang dengan membawa Singso (Jing Saw) dan memotong-motong tubuhnya sendiri. Entah apa yang sedang di pikirkannya.
Membunuh memang menyenangkan apalagi pakai prekul(kampak). Sekian.   

Itu naskah kami. Dan tentu tidak akan kami presentasikan esok.  Hanya untuk main-main . Memang tidak bermanfaat bahkan cenderung kasar tapi ini salah satu bagian dari kekoplakan kami yang patut untuk dikenang.
Wassalamu’alaikum wr wb