Bismillah
Assalamu’alaikum wr wb
Saya mau cerita
Berawal dari jam ke 3-4 Mapel
bahasa Indoesia hari Rabu tanggal 23 Januari 2013 @XIA2 .
Ibu guru kami, bu solekhatun , membagi
kelas dalam 5 kelompok itu berarti 1 deret bangku 1 kelompok untuk membuat rancangan naskah
drama . Nah, pas hari itu aku duduk di deret paling pojok dekat jendela yang
menghadap ke Lapangan Barat bersama Atok
(Marhatun), Ayi (Wahyu), Mbokde (Lilis U), Lilis A, sama Eviana. Masing –masing
otak kami tidak menemukan ide apapun. Bahkan, kami lebih banyak cekikikan daripada
mengikuti jejak kelompok lain yang serius
merumuskan rancangan naskah.
Diena (saya) : He, seng bener li batire wes pada gawe
ke! (sadar dewek)
Translate : Eh, yang bener dong, yang lain udah pada nemu tuh! (sadar
sendiri)
Atok : Lah, wong kawet mau idene pada ra genah ka
-____________-
Translate : Lah, dari tadi idenya pada gag jelas ka -_________-
Yang lain diem. Apa lagi Ayi yang
lebih memilih untuk tidur daripada ikut ber-rempong ria .
Mbokde : Ko maning malah turu!
Translate : Kamu lagi malah tidur! (ngomong sama ayi)
Kelompok hening seketika
Atok :Ya wes Laila Majnun bae!
Translate : Ya udah Lalila majnun aja
Diena : Eh mbokan kui seng sebangsa romeo juliet
Translae : Itu yang sebangsa Romeo Juliet kan
Atok : Iya! Kuwi bae lah
Translate : Iya! Itu aja lah
Eviana : Tapi dislentakna!
Translate : Tapi dilencengkan.
Diena : Iya, digawe drama musical koplak bae padane
mengko dong majnun ketemu laila langsung nyanyi TERAJANAAAAAAAAAAAAAA
Translate : Iya, dibikin dama musical aja misalnya nanti pas majnun
ketemu laila langsung nyanyi TERAJANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
Yang lain ngakak
Atok : Iza lah sekarep.
Translate : Iya lah terserah.
Aku memulai menulis draft naskah
dari mulai tema sampai adegan 1.
Diena : tok Laila karo majnun ketemune kepriwe?
Translate : Tok laila sama majnun ketemunya gimna?
Atok : Priwe ya ? nyong kelalen!
Translate : Gimana ya? Aku lupa!
Diena : #pengennimpukpakesepatu
Aku sama mbokde memutuskan pergi
ke perpus untuk meminjam novel laila majnun. Tapi kerena novelnya dipinjem kami
memutuskan untuk meneruskan naskah besok* saja.
Tapi atok menuliskan sesuatu di
draft naskah kami. Aku membirkanya seolah tidak tahu bahwa akan ada kekoplakan
yang menghadang. Kemudian naskah itu beranjak ketangan Mbokde dan jadiah naskah
yang nggilani. Selesai membacanya aku memekik
Diena : APA MAKSUDE! (ngakak kejer)
Naskah itu bepindah ke tangan
Rori yang kemudian ngakak membahana dan Titin yang membacanya pas mapel KWU di
jam berikutnya sampai ngakak tertunduk*. Beberapa kali titin menghadap ke
arahku dan memiringkan telunjuknya di kening.
Sebenarnya bagaimana cerita pada
naskah itu? Mungkin naskah ini hanya aka di pahami oleh orang-orang sekitar
Karangkobar yang tahu akan peristiwa
pembunuhan sadis di Binangun (Daerah tempat tinggal Atok) dan tentunya
orang-orang yang memiliki tingkat kemiringan yang lebih dari sama dengan kami.
Naskah ini hanya kekoplakan semata. Tidak ada unsur mengejek ataupun menjelek-jelekkan.
CHECK THIS OUT!
Tema : Pecintaan
Judul : Laila Majnun
Tokoh :Laila, Majnun, Bapak Laila, Bapak Majnun,
Muhidin, Mail, dan Maling (Percayalah cerita akan melenceng jauh dari ini)
Alur : Maju
Setting : Pasar,Rumah (Ini juga akan melenceng)
Adegan I : Laila sedang berjualan Kurma dengan Mail. Dia adalah
anak saudagar kurma dari Timur Tengah (Arab). Majnun adala saudagar
kain dari India.
Adegan II : Suatu hari
Majnun mengajak Laila ke ladang,ketika laila sdang membalikan badan, tiba-tiba
Majnun membacokan kapaknya ke kepala laila. Llila meronta-ronta. Tapi dengan
semangat maju terus pantang mundur Majnun Terus Mambacokinya seperti sedang membacoki kayu.
Adegan III :Tiba-tiba
Lilis U datang dengan membawa arit (clurit). Lilis U terkejut dan lari
pulang ke rumah.
Adegan IV : Lilis datang
lagi ke ladang dengan membawa Singso (Jing Saw) dan memotong-motong tubuhnya sendiri.
Entah apa yang sedang di pikirkannya.
Membunuh memang menyenangkan
apalagi pakai prekul(kampak). Sekian.
Itu naskah kami. Dan tentu tidak akan kami presentasikan esok. Hanya untuk main-main . Memang tidak
bermanfaat bahkan cenderung kasar tapi ini salah satu bagian dari kekoplakan kami
yang patut untuk dikenang.
Wassalamu’alaikum wr wb
No comments:
Post a Comment